Langsung ke konten utama

MANAJEMEN KONFLIK

Manajemen konflik adalah serangkaian aksi dan realisasi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik.

Pengelolaan konflik
Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan :
1.       Disiplin
·         Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik
2.       Pertimbangan pengalaman dalam tahapan kehidupan
·         Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya
3.       Komunikasi
·         Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif
4.       Mendengarkan secara aktif
·         Merupakan hal penting untuk mengelola konflik untuk mendengarkan secara aktif
Menurut Howard Ross sendiri pengertian manajemen konflik adalah langkah-langkah yang diambil pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengerahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin tidak menghasilkan akhir  berupa penyelesaian konflik dan mungkin tidak menghasilkan keterangan, hal positif, keratif, bermufakat, atau agresif.

Manajemen konflik bertujuan untuk :
1.   Mencegah terjadinya gangguan terhadap anggota organisasi, sehingga dapat fokus kepada visi dan misi organisasi
2.       Meningkatkan kreatifitas anggota organisasi dengan mengambil manfaat dari konflik yang terjadi
3.       Membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman

Penyebab konflik
Konflik dapat terjadi karena salah satu pihak memiliki aspirasi tinggi karena alternatif yang bersifat intergative dinilai sulit didapat.

Faktor penyebab konflik :
1.       Faktor manusia
2.       Faktor organisasi

Konflik yang ada juga mengakibatkan positif dan negatif tergantung tiap individu yang menerima konflik tersebut yang menilai dan mendapatkan dampak dari akibat konflik tersebut.

Terdapat strategi untuk mengatasi konflik yang ada, antara lain :
1.       Contending (Bertanding), yaitu mencoba menerapkan solusi yang lebih disukai salah satu pihak atau pihak lain
2.       Yielding (Mengalah), yaitu menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia menerima kurang dari apa yang sebetulnya diinginkan
3.       Problem Solving (Pemecahan masalah), yaitu mencari alternatif yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak
4.       With Drawing (Menarik diri), yaitu memilih meninggalkan situasi konflik baik secara fisik maupun psikologis. With Drawing melibatkan pengabaian terhadap kontroversi
5.       In Action (Diam), tidak melakukan apapun, dimana masing-masing pihak saling menunggu langkah berikut dari pihak lain.

Tahap-tahap berlangsungnya konflik :
Tahap potensial®konflik terasakan®pertentangan®konflik terbuka®akibat konflik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Jurusan Teknik informatika

            Jurusan Teknik Informatika di Universitas Negeri Surabaya memang masih baru, tetapi prestasi yang diraih sudah banyak dan juga jurusan ini cepat dikenal oleh masyarakat sekitar. Diawali dengan program studi D3 Manajemen Informatika tahun 2009 sebagai pioner dan S1 Pendidikan Teknologi Informasi pada tahun 2012 yang saat itu masih menjadi salah satu prodi di Jurusan Teknik Elektro. Kemudian pada tahun 2014 Teknik Informatika resmi berdiri sebagai sebuah jurusan dengan dua prodi yang kemudian pada tahun 2015.             Hingga saat ini, pada tahun 2018 Jurusan Teknik Informatika memiliki 4 prodi yang aktif, yaitu : 1.     D3 Manajemen Informatika  2.     S1 Pendidikan Teknologi Informasi 3.     S1 Sistem Informasi 4.     S1 Teknik Informatika Pada awal berdirinya Jurusan Teknik Informatik...